Saturday, 17 December 2016

Pilihan Antara Televisi (TV) dan Jurnalistik Cetak | Lengkap

Portal Jurnalis,- Telah berkali kali stasiun tv swasta SCTV menggelar “SCTV goes to campus. Di beberapa perguruan tinggi di sejumlah kota kota besar di gelar acara tersebut dengan agenda seminar membedah dapur produksi berita dan lomba membawakan acara atau lebih dikenal dengan lomba presenter. Kedua rangkaian acara ini identik dengan kajian jurnalistik pertelevisian atau tv.

Bagi kalangan muda mudi seperti pelajar atau mungkin mahasiswa, event semacam ini merupakan sesuatu yang cukup menarik perhatian,itu bisa dikarenakan selama ini mereka terlalu sering mengomsumsi berita berita yang ada di televisi tanpa mengetahui apa rahasia dapurnya.

Sementara itu untuk kompetisi presenter lebih di tunjukkan untuk mendapatkan calon-calon presenter,terutama untuk membawakan berita yang sering di sebut anchor news. Menurut indiarto pribadi, beberapa contoh anchor news dan reporter di SVTV berasal dari ajang seperti ini. salah satunya merupakan bayu sutiono. Dialah salah seorang yang terjaring lewat lomba presenter yang diadakan dahulu sekitar berapa tahun kebelakang.

Perkembangan serta kenaikan kedudukan menjadikan wartawan atau reporter
dapat menjadi referensi dalam mencari kerja

Dewasa ini eksistensi kehadiran reporter atau presenter tv cukup banyak menyedot reaksi publik yang berimbas pada ‘kedudukan’ para reporter di mata masyarakat luas. Imbas baiknya mereka sering di pakai sebagai narasumber atau MC, sehingga dilihat secara efisiensi pun taraf kehidupan mereka semakin meningkat.


Kejadian ini mempunyai konsekuensi terhadap kalangan mahasiswa sendiri, terutama dari mahasiswa disiplin ilmu komunuikasi. sebagai contoh, dulu, sewaktu penulus masih mahasiswa jurnalistik, kegiatan yang sama persis dengan jurusan ini adalah berkecimpung di media cetak, baik sebagai wartawan ataupun penulis dari artikel atau feature. Pada saat tersebut bisnis pertelevisian belum melebar sehingga orietasi mahasiswa lebih membidik ke media cetak. Walaupun pada saat tersebut telah ada TV Republik Indonesia atau disingkat dengan nama TVRI, tetapi semua memaklumi lembaga pemerintah ini cukup sulit di tembus kalangan awam. Bukan sesuatu yang tersembunyi lagi jika TVRI lebih banyak mengakomodasi orang orang terdekatnya.

Waktu dan jaman telah berputar. Dengan booming industri tv, maka tujuan mahasiswa pun berubah. Seorang mahasiswa komunikasi tidak sekadar mempunyai kesempatan kerja di media massa cetak, tapi juga televisi. 

Juga ada radio kampus yang menampung mahasiswa yang senang dengan kegiatan penyiaran radio. Dan ada juga televisi kampus. yang terakhir ini mungkin masih jarang di selenggarakan mengingat sarana dan prasarananya cukup mahal meski saat ini universitas islam bandung telah meluncurkan tv kampus Sejak tahun 2001 dan ITB secara terbuka juga telah meluncurkan tv kampus dengan lebel ganesha television.

Pertumbuhan aktivitas mahasiswa itu berimbas terhadap tujuan kerja mereka. Jikalau sebelumnya mereka berbondong-bondong ingin berkecimpung di wilayah media cetak, sekarang mereka sudah melirik ke media media elektronik seperti radio dan televisi atau tv. 

SHARE THIS

Author:

A Commander, Commitment and Capital Nekad is one of the words of encouragement in his life. fightingfisabilillah be the absolute motto in reaching its goal. ~Jawwad Azka.

0 komentar: